HIFEMA : TINJAUAN KLINIS DAN KLASIFIKASI

Penulis

  • Imtinan Khoirunnisa Universitas Lampung
  • Carissa Aprilia Y
  • Fadilah Alwiyah
  • Regita Dwi M
  • Rani Himayani
  • Putu Ristyaning Ayu Sangging

DOI:

https://doi.org/10.53089/medula.v13i4.1.720

Abstrak

Penumpukan darah di bilik mata depan disebut hifema. Hifema biasanya disebabkan oleh trauma tumpul pada mata. Bisa juga terjadi akibat operasi di dalam mata atau kelainan pembuluh darah di dalam mata. Pendarahan, sakit mata, penglihatan kabur atau terdistorsi, dan sensitivitas cahaya adalah gejala hifema. Perawatannya adalah menghentikan perdarahan, mengobati peningkatan tekanan intraokular, dan dianjurkan juga untuk melakukan tirah baring. Selain itu, pasien hifema juga dapat mempertahankan posisi kepala lebih tinggi selama tidur dan melindungi mata dengan penutup mata. Tetes mata steroid biasanya diresepkan untuk membatasi peradangan, dilating drops, dan mengurangi rasa sakit. Penanganan terakhir adalah pembedahan dengan tujuan untuk mengeluarkan darah. Prognosis hifema tergantung pada ukuran, ukuran yang kecil memiliki prognosis yang baik. Namun, pasien yang matanya mengalami perdarahan ulang memiliki prognosis yang buruk karena memiliki ukuran hifema yang lebih besar.

Biografi Penulis

Carissa Aprilia Y

 

   

Fadilah Alwiyah

 

   

Regita Dwi M

 

 

Rani Himayani

 

 

Putu Ristyaning Ayu Sangging

 

 

Referensi

Rizkia T, Suhanda R. Hifema grade i : a case series. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. 2022;22(4):350–3.

Anita O. Karakteristik Pasien Hifema Pada Anak di Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo : Penelitian Observasional. Bandung; 2015.

SooHoo JR, Davies BW, Braverman RS. Pediatric traumatic hypema: a review of 138 consecutive cases . Vol. 17. 2013. p. 565–7.

Hoyt CS, Taylor D. Pediatric Ophtalmology. 5th ed. China: Elsevier Saunders; 2013.

Howard I Savage, Almutez Gharaibeh, Roberta W Scherer. Medical interventions for traumatic hyphema. Faculty of Medicine, The University of Jordan, Department of Special Surgery‐Ophthalmology. 2019 Jan;1.

Sidarta llyas dr H, dr Sri Rahayu Yulianti S. Edisi Keempat ILMU PENYAKIT MATA. Jakarta; 2013.

Gragg J, Blair K, Baker MB. Hyphema. NCBI. 2022.

American Academy of Ophtalmogy. Hyphema. American Academy of Ophtalmogy. 2023.

Aprilia Elisabet. HIFEMA TRAUMATIKA : LAPORAN KASUS. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE). 2022;1(2):01–12.

Jannah R. Segala gangguan & penyakit mata. Jakarta: CV Guepedia; 2016.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-05-28

Cara Mengutip

Khoirunnisa, I., Aprilia Y, C., Alwiyah, F. ., Dwi M, R. ., Himayani, R., & Ayu Sangging, P. R. (2023). HIFEMA : TINJAUAN KLINIS DAN KLASIFIKASI. Medula, 13(4.1), 71-75. https://doi.org/10.53089/medula.v13i4.1.720

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >>