Toddler Health Status and Pneumonia in Indonesia: Analysis of RISKESDAS Data

Authors

  • Susan Yulia Laura Howay Medical Faculty, Lampung University
  • Sutarto Sutarto
  • TA Larasati
  • Shinta Nareswari

DOI:

https://doi.org/10.53089/medula.v16i1.1719

Keywords:

Birth weight, Immunization, Nutrition, Breastfeeding, and Pneumonia.

Abstract

Pneumonia is a leading cause of under-five mortality in Indonesia. Several risk factors—such as low birth weight, incomplete immunization, lack of exclusive breastfeeding, and poor nutritional status—contribute to the high mortality rate. This study aims to determine the prevalence of pneumonia and the distribution of low birth weight, immunization status, nutritional status, and exclusive breastfeeding among Indonesian children under five, as well as to analyze their associations with pneumonia. This study used secondary data from the 2018 National Basic Health Research (Riskesdas) covering 34 provinces in Indonesia with a cross-sectional design. Samples were selected using probability proportional to size (PPS) with a two-stage sampling method. Data were analyzed using the chi-square test. The results of statistical tests in this study showed that there was a significant relationship between birth weight status and nutritional status with the incidence of pneumonia (p value = 0.000; 95% CI, 1.269-1.996; OR = 1.592) and (p value = 0.029; 95 % CI, 1.023-1.449; OR = 1.218), while the results of statistical tests also showed that there was no significant relationship between immunization status and exclusive breastfeeding status with the incidence of pneumonia (p value = 0.656; 95% CI, 0.808-1.137; OR = 0.958 ) and (p value = 0.803; 95% CI, 0.832-1.153; OR = 0.979). In the conclusion, a significant association was found between birth weight status and nutritional status with the occurrence of pneumonia.

Author Biographies

Susan Yulia Laura Howay, Medical Faculty, Lampung University

 

 

Sutarto Sutarto

 

 

TA Larasati

 

 

Shinta Nareswari

 

 

References

Adawiyah R, Duarsa ABS. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Susunan Kota Bandar Lampung tahun 2012. Jurnal Kedokteran YARSI. 2016;24(1):50–68.

Afriani B, et al. Faktor risiko kejadian pneumonia pada bayi. Ilmiah Multi Science Kesehatan. 2021;13(2):26–38.

Al-Maidin NPS. Pemberian ASI eksklusif pada pertumbuhan dan perkembangan struktur jaringan keras dan lunak rongga mulut bayi. Skripsi. 2020;21(1):1–9.

Aprilliani A, Lestari F. Bayi berat lahir rendah (BBLR) berhubungan dengan kejadian pneumonia neonatal. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia. 2020;10(1):1–4. doi:10.33221/jiki.v10i01.421.

Fitriyah EN. Hubungan usia, jenis kelamin, status imunisasi, dan gizi dengan kejadian pneumonia pada baduta. Jurnal Biometrika dan Kependudukan. 2019;8(1):42–51. doi:10.20473/jbk.v8i1.2019.42-51.

Ridza FWN, et al. Studi ekologi faktor pejamu, kondisi fisik hunian, dan pneumonia pada balita Provinsi Jawa Barat tahun 2014–2017. Jurnal Kesmas Untika Luwuk. 2018;9:18–26.

Hariyanto H. Determinan yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak usia 12–59 bulan. Skripsi. Universitas Negeri Semarang; 2020.

Hartiningrum I, Fitriyah N. Bayi berat lahir rendah (BBLR). Jurnal Biometrika dan Kependudukan. 2019;7(2):97–103.

Heryasti D. Hubungan karakteristik individu dan lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Tebon Kabupaten Magetan. Skripsi. 2019.

Iffah N. Determinan kejadian penyakit pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bajeng Kabupaten Gowa tahun 2019. Skripsi. 2019:26–27.

Inpresari I, Pertiwi WE. Determinan kejadian berat bayi lahir rendah. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2021;7(3):141–148. doi:10.22146/jkr.50967.

Dewi IK. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Sentolo I tahun 2018. Skripsi. 2019.

Kasumayanti E. Hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita di Desa Tambang wilayah kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar tahun 2019. Jurnal Ners. 2020;4(1):7–12. doi:10.31004/jn.v4i1.682.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2019. Jakarta: Kemenkes RI; 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2019. p.126.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.

Khodijah S, Syari W, Raharyanti F. Analisis implementasi penemuan dan tatalaksana pneumonia pada program ISPA di Puskesmas Ciampea tahun 2020. Promotor. 2021;5(1):75–82. doi:10.32832/pro.v5i1.6130.

Lailla ZA, et al. Hubungan imunisasi dasar lengkap dengan kejadian pneumonia pada balita di RS Zainoel Abidin Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika. 2020;3(1):6–15.

Widiastuti LPD, Rismawan M, Ayu PA. Hubungan pemberian ASI eksklusif dan perilaku merokok keluarga dengan kejadian pneumonia balita. 2022;7(1):13–19.

Linda L. Hubungan pemberian ASI eksklusif dan BBLR dengan kejadian pneumonia pada balita usia 12–59 bulan. Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan. 2017;4(5):277–283. doi:10.35963/hmjk.v4i5.101.

Husna M, Pertiwi FD, NS A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Semplak Kota Bogor tahun 2020. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2022;5(2):127–133.

Narwastu HKA. Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Artikel. 2019;45:95–98.

Piliang NS, Filda M. Hubungan status gizi dengan pneumonia balita di Puskesmas Umban Sari Pekanbaru tahun 2016. Jurnal Endurance. 2018;3(2):325–332. doi:10.22216/jen.v3i2.2837.

Andriyani R, DR O. Hubungan status imunisasi, ASI eksklusif, dan status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Rejosari. 2017.

Ramadany SR. Faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia balita di RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang. Skripsi. 2021.

Sitepu RS. Hubungan status pemberian ASI eksklusif, status imunisasi campak, dan status gizi dengan kejadian ISPA pada balita. Skripsi. 2018;1(3):82–91.

Rigustia R, Zeffira L, Vani AT. Faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Ikur Koto Kota Padang. Health and Medical Journal. 2019;1(1):22–29. doi:10.33854/heme.v1i1.215.

Kurniawati S. Korelasi antara status gizi dan derajat community acquired pneumonia (CAP) pada balita di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Skripsi. 2020;21(1):1–17.

Veridiana NN, Nurjana A. Faktor internal dan eksternal kejadian pneumonia pada anak bawah dua tahun di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. 2021;49(3):145–152.

Published

2026-02-10

How to Cite

Howay, S. Y. L., Sutarto, S., Larasati, T., & Nareswari, S. (2026). Toddler Health Status and Pneumonia in Indonesia: Analysis of RISKESDAS Data. Medical Profession Journal of Lampung, 16(1), 144-154. https://doi.org/10.53089/medula.v16i1.1719

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>